PIN BB :  7D77D2B1                      
TELPON :  081 337 647 779 
EMAIL : info@kepulaukomodo.com


 
Pulau Satonda : Pesona Pulau Gunung Api

Dua ilmuwan Eropa bernama  Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak meneliti Danau Satonda pada tahun 1984, 1989 dan 1996. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa Satonda adalah fenomena langka karena airnya yang asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut umumnya. Keduanya berpendapat, basin Satonda muncul bersamaan dengan terbentuknya kawah tua yang berumur lebih dari 10.000 tahun lalu.(Microbialites and Hydrochemistry of the Crater Lake of Satonda”, 1996)

Mungkin tak banyak orang pernah mendengar pulau bernama Satonda. Pulau ini berupa daratan vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung api di dasar laut sedalam 1000 meter sejak jutaan tahun lalu. Lokasi pulau yang amat menawan ini berada di Laut Flores dan secara administratif masuk wilayah Desa Nangamiro, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat

Pulau vulkanis Satonda terlihat memesona apabila dipandang dari puncak Gunung Tambora yang letaknya sekira 30 kilometer. Banyak yang mengatakan belum lengkap rasanya mendaki Gunung Tambora apabila tidak menyambangi Pulau Satonda. Kabarnya Pulau Satonda lebih terkenal di kalangan wisatawan mancanegara yang menjadikannya semacam pulau singgah saat menyambangi Taman Nasional Komodo dari Bali atau Lombok. Mereka biasanya singgah untuk menyempatkan snorkeling di sekitar perairan Pulau Satonda yang pesisirnya memiliki hamparan pasir putih memesona.

Selain memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari eksotisme alam pegunungan vulkanis dan keberadaan danau air asin di kawahnya, Pulau Satonda juga menyimpan kekayaan terumbu karang di perairan sekitarnya. Pulau Satonda telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan. Hal itu karena potensi alam lautnya memiliki kekayaan terumbu karang. Ada beberapa jenis karang di kawasan sekitar perairan Pulau Satonda, yaitu Acroporidae, Xenia sp, Favidae, Sarcophyton sp, Labophyton sp, Hetractris crispa, Nephtea sp, Capnella sp, Lemnalia sp, dan Astrospicularis sp. Tentunya di karang-karang tersebut hidup pula beragam jenis ikan hias dan makhluk laut lainnya.  Penyu sisik (Eretmochelys imricata) juga kerap terlihat berenang dan mencari makan di sekitar terumbu karang Pulau Satonda. Adapun jenis flora yang menjadi kekayaan laut sekitar pulau vukanis ini adalah ketapang (Terminalia catappa), pandan laut (Pandanus tectorius), beringin (Ficus sp), waru laut (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), Mentigi (Pempis sp) dan asam (Tamarindus indica).

Selain untuk tujuan wisata, pulau gunung api seluas 2.600 hektar  yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat itu juga kerap dikunjungi para ilmuwan dan peneliti baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu alasannya adalah karena keberadaan pulau yang satu ini tidak dapat dipisahkan dari fenomena meletusnya Gunung Tambora yang menghebohkan dunia pada 15 April 1815. Bagaimana tidak, dampak letusan Gunung Tambora telah mengguncang beberapa belahan dunia dan debunya mengotori atmosfir Bumi hingga bertahun-tahun bahkan menyobek lapisan tipis ozon. Efek letusan Tambora juga mengakibatkan perubahan iklim sehingga hujan turun tanpa henti selama delapan minggu di Inggris yang memicu epidemi tifus yang menewaskan 65.000 orang. Letusan Gunung Tambora juga mengakibatkan siang menjadi gelap gulita dan berdampak gagal panen di China, Eropa, dan Irlandia dan menyebabkan kekurangan bahan pangan di negara-negara tersebut.

Berkaitan efek letusan Gunung Tambora, keberadaan danau air asin di kawah Satonda adalah salah satu dampak yang unik dan menarik untuk dikaji. Kawah Satonda menyerupai angka delapan dengan diameter masing-masing 950 meter (sebelah Selatan) dan 400 meter (sebelah Timur). Danau purba ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda beribu-ribu tahun lalu. Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar; letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini